KPMI

Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Sistem Bank Syariah di Malaysia

Assalamu ‘alaikum. Menurut Pak Imam, bagaimana konsep bank syariah di Malaysia? Wa ‘ alaikumus sallam. Sebelumnya kita harus merujuk pada definisi bank. Bank adalah lembaga keuangan yang menyimpan kelebihan dana nasabah kemudian menyalurkan ke nasabah yang membutuhkan. Opresionalnya, biaya, jika konvensional, dia membiayai operasionalnya dari perbedaan suku bunga, antara yang diberikan kepada penabung dan yang diterima dari peminjam. Perbedaan ini yang digunakan untuk biaya operasional bank. Ini yang pertama. Kedua, jasa-jasa perbankan lainnya, seperti transfer dan sebagainya. Itu inti bank dan operasionalnya. Pada bank syariah, bagaimana? Semua operasional bank seperti itu, karena memang itu prinsip dasar. Hanya saja, bank syariah, dia menggunakan sistem yang lain, tidak menggunakan perbedaan bunga antara debitur dengan deposan, tapi menggunakan laba yang didapatkan dari usaha dengan peminjam yang sebagian diberikan kepada deposan. Akan tetapi, pada kenyataannya hampir semua bank syariah itu dikelola oleh orang yang latar belakangnya bank konvensional. Karena itu dalam operasionalnya pun, diakui atau tidak diakui. Pengakuan mereka menggunakan sistem syariah/Islamic finance, tapi pada kenyataannya masih menggunakan sistem ribawi. Termasuk bank Islam di Malaysia? Ya, di Malaysia, di antaranya adalah menggunakan bai' inah. Karena menurut undang-undang perbankan, fungsi bank hanya menjadi mediator, antara orang yang kelebihan dana dengan orang yang membutuhkan. Sehingga kalau dia berstatus sebagai Islamic bank, dalam arti sebagai financier (lembaga pembiayaan), maka dia lepas dari undang-undang bank. Itu konsekuensinya. Artinya, kalau dia menjadi bank, dia tidak boleh berdagang. Sementara dalam operasional,bank Islam adalah hampir dipastikan menjadi pedagang. Misalnya, bank menerapkan transaksi bai'. Artinya, kalau dia bank tidak diperbolehkan melakukan bai' kan? Regulasi dan undang-undang perbankan di Malaysia juga seperti itu; bank tidak diperkenankan melakukan bisnis riil? Malaysia memiliki undang-undang perbankan yang lebih lengkap daripada Indonesia. Kalau dari sisi definisi perbankan yang asli, mereka tidak boleh melakukan bisnis rill. Dan kalau dia menjadi pedagang, maka dia keluar dari ketentuan sebagai bank, karena fungsi bank adalah mediator antara pemilik kelebihan dana dan orang yang butuh dana. Termasuk bank Islam? Kalau Islamic bank berfungsi sebagai penyandang dana. Artinya, dia memfasilitasi dan menjadi agen. Dalam arti, dia juga berdagang (berjualan secara langsung). Dia membeli dari pihak ketiga untuk dijual kepada pihak yang membutuhkan. Baik dengan bai' bi-tsaman ajil (BBA) atau bai' bil aqsath dan yang lain. Mereka selalui menggunakan istilah bai', yang artinya jual-beli. Kalau Islamic bank di Malaysia menerapkan sistem itu berarti dia dibebaskan melakukan bisnis riil? Boleh atau tidak boleh mereka tetap harus menggunakan sistem itu (berjualan secara riil).